Interviews
(The Roots of Islamic Liberalism)
Selamat pagi Saudara, Anda berjumpa lagi dengan saya, Hamid Basyaib dalam Forum Freedom. Acara ini merupakan satu kerjasama antara Freedom Institute dan Radio 68H yang dipancarkan ke beberapa puluh radio lain di seluruh Indonesia. Tema kita pagi ini adalah “Akar-akar Liberalisme dalam Islam” khususnya kita akan melihat dalam konteks Indonesia. Minggu lalu kita sudah membahas akar-akar liberalisme dari sudut teologinya secara umum, bukan dikaitkan pada negara tertentu dan pagi ini kita akan melihat fenomena tersebut dalam kasus ndonesia.
Source: Forum Freedom 37, 30 Januari 2006
17/08/08 05:00 AM
SINCE it was first introduced by Nurcholish Madjid back in the early 1970s, the term “secularization” has become a topic of hot debate among Muslims in Indonesia. Today, Luthfi Assyaukanie says that Indonesian Muslims are more open and have a positive attitude towards political secularization. Luthfi made the conclusion in his doctoral dissertation, which he completed a year ago at Melbourne University. Attention is now being focused on the dissertation since it was named one of four dissertations to have received the Chancellor’s Prize, two weeks ago. Luthfi becomes the first foreign student to receive the award.
Source: Tempo, No. 10/VIII/November 06-12, 2007
11/08/08 07:52 PM
(Islamic Ideology on March)
Perkembangan pemikiran politik Islam dalam sejarah Indonesia sebetulnya tidak berlangsung statis. Namun gejala amnesia sejarah selalu membuatnya kelihatan berulang-ulang dan berjalan di tempat. Isu-isu yang dianggap usang sejak zaman kemerdekaan, kini bisa kembali populer. Proses ideologisasi Islam yang mempromosikan gagasan-gagasan usang, kini kembali bergerilya. Demikian perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Luthfi Assyaukanie, penggagas Jaringan Islam Liberal yang baru menuntaskan studi doktoralnya di Melbourne University, Australia, Kamis (19/1) lalu.
Source: Radio 68H, Jakarta
27/02/08 07:03 PM
(Study Islam in the West)
Maraknya studi Islam yang diselenggarakan oleh dunia Barat, pada satu sisi merupakan bagian dari pragmatisme dunia akademis Barat sendiri. Kebutuhan objektifnya adalah untuk mengenal dunia Islam secara lebih dekat.
Source: Radio 68H, Jakarta
10/02/08 06:23 PM
Pada akhir 1950-an, perdebatan tentang konsep negara Islam di tingkat kaum modernis Indonesia memang ramai. Salah seorang tokoh Masyumi bernama Abu Hanifah sudah menulis sebuah buku yang membahas tentang model-model negara Islam. Tapi, negara Islam yang ideal menurut dia waktu itu justru Belanda atau Swiss. Jadi bukan Pakistan, Iran, atau Arab Saudi.
Source: Islamlib, August 2007
24/09/07 03:23 PM [1]
« Previous